Senin, 29 Juni 2020

ABBAD BIN BISYIR SELALU DISERTAI CAHAYA ALLAH

ABBAD BIN BISYIR
SELALU DISERTAI CAHAYA  ALLAH

Setelah Mush'ab bin Umeir tiba di Madinah sebagai utusan Rasulullah shallallahu alaihi wasalam untuk mengajarkan Islam kepada orang-orang Anshar (warga Madinah yang menerima para pengungsi Mekkah) yang telah berbai'at kepada Nabi lalu membimbing mereka melakukan shalat dan semua rukun islam lainnya, salah satunya adalah 'Abbad bin Bisyir radhiallahu anhu, beliau seorang budiman yang  hatinya dibuka Allah Azza Wajalla untuk menerima kebenaran. Dia  selalu menghadiri majlis yang ilmu Mush'ab dan mendengarkan da'wahnya, sampai akhirnya memutuskan memeluk Islam. Semenjak itu mulailah dia berada pada kedudukan tinggi di antara orang-orang Anshar yang diridlai Allah serta mereka ridla kepada Allah.
Setelah semua muslimin meninggalkan kota Mekah, meninggalkan tanah kelahiran, harta, perdagangan dan keluarga, dan tiba di Madinah barulah Nabi melakukan hal yang sama, pindah ke Madinah. Selang berapa lama mulailah terjadi peperangan untuk mempertahankan diri dari serangan-serangan kafir Quraisy dan para sekutunya yang tanpa henti memburu Nabi dan ummat Islam. Pertempuran ini merupakan pertempuran antara dua kutub dan kekuatan yang saling bertolak belakang, yaitu Kekuatan cahaya kebenaran (Nur Al Haqq) dan kebaikan bertarung dengan kekuatan gelap dan kejahatan. Dan dalam setiap pertempuran itu selalu ada 'Abbad bin Bisyir di barisan terdepan, berjihad di jalan Allah dengan gagah berani dengan cara yang amat mengagumkan.
Peristiwa yang akan kita baca berikut ini akan mengungkap sekelumit dari kemuliaan dan kepahlawanan tokoh Mu'min ini....
Suatu hari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Kaum Muslimin baru selesai menghadapi perang Dzatur Riqa', ketika hendak pulang, mereka sampai di suatu tempat dan bermalam di sana, Rasulullah shallallahu alaihi wasalam memilih beberapa orang sahabatnya untuk berjaga-jaga secara bergiliran. Di antara mereka terpilih adalah 'Ammar bin Yasir dan 'Abbad bin Bisyir berada dalam satu grup yang ditugaskan untuk melakukan penjagaan. Karena 'Abbad melihat kawannya, 'Ammar, nampak sedang sangat lelah, maka ‘Abbad menyuruh 'Ammar untuk tidur terlebih dahulu, dia yang akan berjaga-jaga. Dan bila telah mendapat istirahat yang cukup, maka giliran 'Ammar yang akan berjaga menggantikannya. Setelah melakukan patroli 'Abbad dan menganggap lingkungan sekelilingnya aman, dia memutuskan untuk mengisi waktunya dengan melakukan shalat, agar pahala yang diperolehnya jadi berlipat.
Ketika dia sedang berdiri membaca sebuah surat setelah al-Fatihah tiba-tiba sebuah anak panah menancap di pangkal lengannya. Dicabutnya anak panah itu lalu melanjutkan kembali shalatnya. Tidak lama berselang kembali anak panah kedua  mengenai anggota badannya, tetap tidak membuatnya menghentikan shalatnya dia hanya mencabut anak panah itu seperti yang pertama tadi, dan dilanjutkannya bacaan surat. Dalam kegelapan malam itu, musuh kembali memanahnya untuk ketiga kalinya. 'Abbad menarik anak panah itu dan kali ini dia mengakhiri bacaan surat. Dia menghentikan bacaannya itu tapi untuk ruku' dan sujud, padahal tenaganya melemah karena menahan sakit dan lelah. Lalu antara sujudnya itu diulurkannya tangannya kepada ‘Ammar yang sedang terlelap tidur disampingnya dan menariknya sampai terbangun lalu bangkit dari sujudnya dan membaca tasyahud, guna menyelesaikan shalatnya. 'Ammar pun terbangun dan mendengar suara ‘Abbad yang tak putus-putus sambil menahan sakit berkata:
“Gantikan aku... Gantikan aku... Gantikan aku..., aku telah kena... !”.
'Ammar segera bangkit dari dari tidurnya hingga menimbulkan kegaduhan, dan dikhawatirkan musuh telah menyelinap dan masuk ke dalam perkemahan. Tapi sayang mereka berhasil melarikan diri, kemudian 'Ammar berpaling kepada temannya seraya berkata:
"Subhanallah ... ! Kenapa kau tidak bangunkan aku ketika dipanah pertama kali tadi?".
'Abbad menjawab: “Ketika aku shalat tadi, aku membaca beberapa ayat al-Quran yang membuat hatiku sangat haru, sehingga aku tak ingin untuk memutuskannya..! Dan demi Allah, aku tidak melalaikan tugas jaga yang diberikan Rasullah kepada kita, tapi sungguh, aku lebih rela mati daripada memutuskan bacaan ayat-ayat yang sedang kubaca itu ... !”.

'Abbad amat cinta kepada Allah, Rasul dan kepada Agamanya . Kecintaan itu memenuhi segenap perasaan dan kehidupannya. Dan sejak Nabi shallallahu alaihi wasalam  berpidato dan mengarahkan pembicaraannya kepada Kaum Anshar, ia termasuk salah seorang di antara mereka. Sabdanya:
“Wahai Kaum Anshar... ! Kalian adalah inti, sedang golongan lain bagai kulit ari! Maka tidak akan mungkin kalian mencelakai aku..,!”.
Semenjak itu, yakni semenjak 'Abbad mendengar ucapan ini dari Rasulnya, guru dan pembimbingnya kepada Allah yang sangat dicintainya itu, dia rela menyerahkan harta benda, nyawa dan hidupnya di jalan yang diridhai Allah dan Rasul-Nya, itulah sebabnya kita temui dia di medan jihad dan di laga sebagai orang pertama dan barisan terdepan, namun sebaliknya disaat pembagian keuntungan dan harta rampasan perang (ghanimah), dia sulit untuk ditemukan. Di samping itu dia seorang ahli ibadah yang tekun, pahlawan yang sangat gigih dalam berjuang, dermawan, dan seorang mu'min sejati yang telah membaktikan hidupnya untuk keimanannya!.
Keutamaannya ini dikenal luas di antara para shahabat Rasul. Dan Aisyah radhiallahu anha Ummul Mu'minin pernah mengatakan tentang dirinya:  “Ada tiga orang Anshar yang keutamaannya tak dapat dibandingkan siapapun juga yaitu: Sa'ad bin Mu'adz, Useid bin Hudlair dan 'Abbad bin Bisyir... !”. Muslimin angkatan pertama mengetahui bahwa 'Abbad adalah tokoh yang anugerahi cahaya dari Allah. Penglihatannya yang tajam, dapat mengetahui tempat-tempat yang baik dan meyakinkan tanpa perlu mencarinya dengan susah payah. Bahkan kepercayaan para shahabat mengenai cahaya ini telah sampai pada tingkat yang lebih tinggi, dan menganggap bahwa merupakan benda yang bercahaya. Mereka mengatakan bahwa bila 'Abbad berjalan di waktu malam,  tubuhnya memancarkan  berkas-berkas cahaya dan sinar yang akan menerangi jalan yang akan ditempuhnya.
Dalam peperangan menghadapi orang-orang murtad sepeninggal Rasulullah shallallahu alaihi wasalam, 'Abbad memikul tanggung jawab dengan keberanian yang tak ada taranya . Dalam pertempuran Yamamah, Kaum Muslimin menghadapi balatentara yang paling kejam dan paling berpengalaman dibawah pimpinan Musailama Al Kaddzab, 'Abbad melihat bahaya besar yang mengancam Islam. Maka jiwa kepahlawanannya membuatnya bertindak sesuai dengan tugas yang dibebankan oleh keimanannya, dan meningkat ke taraf yang sejajar dengan kesadarannya akan bahaya tersebut, hingga menjadikannya sebagai prajurit yang berani mati, yang tak menginginkan kecuali mati syahid di jalan Ilahi.
Sehari sebelum perang Yamamah dimulai, 'Abbad mengalami mimpi yang diketahui Ta'birnya secara gamblang dan terjadi di medan pertempuran yang sengit yang dialami oleh Kaum Muslimin. Dan marilah kita minta seorang sahabat mulia Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu anhu untuk menceritakan mimpi yang dialami oleh 'Abbad tersebut, serta peranannya yang mengagumkan dalam pertempuran yang berakhir dengan kemuliaan mati syahid membela agama Allah.
  Berikut  cerita Abu Sa'id: “ 'Abbad bin Bisyir mengatakan kepadaku: "Hai Abu Sa'id! Saya bermimpi semalam melihat langit terbuka untukku, kemudian tertutup lagi ... !, Saya yakin bahwa ta'birnya insya Allah saya akan menemui syahadah ... !”.
“Demi Allah itu adalah mimpi yang baik ...!” ujarku. “Dan di waktu perang Yamamah itu saya melihat dan mendengar dia berseru kepada orang-orang Anshar: “Pecahkan sarung-sarung pedangmu dan tunjukkan kehebatan kalian .. !” . Dengan seruan tersebut maka dengan segera para mujahidin itu menyerbu dengan empat ratus orang dari golongan Anshar hingga sampai ke pintu gerbang taman bunga, lalu bertempurlah dengan gagah berani. Ketika itu 'Abbad, semoga Allah merahmatinya, menemui syahidnya. Pada wajahnya saya lihat banyak luka akibat sambaran pedang, dan saya bisa mengenali jenazahnya hanya karena melihat tanda yang terdapat pada tubuhnya ... !”.
Seperti itulah sosok seorang 'Abbad yang memenuhi kewajibannya sebagai seorang Mu'min dari golongan Anshar, yang telah berbai'at kepada Rasul untuk membaktikan dirinya, hartanya dan hidupnya hanya untuk Allah dan menemui syahadah di jalan yang diridhainya-Nya.
Ketika pada awal pertempuran yang sengit itu terlihat musuh terlihat lebih unggul dan mendekati kemenangan musuh, terngiang di telinganya ucapan Rasulullah kepada Kaumnya golongan Anshar:
“Kalian adalah inti ... ! Maka tak mungkin kalian mencelakai saya”
Ucapan itu memenuhi rongga dada dan hatinya, hingga seakan sekarang ini Rasulullah masih berdiri di hadapannya, dan mengulang-ulang kata-katanya itu ...  'Abbad merasa bahwa seluruh tanggung jawab kejayaan islam dalam peperangan itu terpikul hanya di atas bahu golongan Anshar semata! Maka ketika itu naiklah dia ke atas sebuah bukit lalu berseru:
“Hai Kaum Anshar ... ! Pecahkan sarung-sarung pedangmu, dan tunjukkan kehebatanmu... !”.  Seruannya disambut dan dipenuhi oleh empat ratus orang pejuang, 'Abbad bersama Abu Dajanah dan Al Barra' bin Malik mengerahkan mereka ke taman maut, suatu taman yang digunakan oleh Musailamah sebagai benteng pertahanan…..dan pahlawan besar itu pun berjuang sebagaimana layaknya seorang laki-laki, sebagai seorang Mu'min, dan sebagai seorang warga anshar,  dan pada hari yang mulia itu, pergilah 'Abbad menemui syahidnya. Tidak salah mimpi yang dilihat dalam tidurnya semalam, bukan? Bukankah ia melihat langit terbuka, kemudian setelah dia masuk lalu tiba-tiba langit saling bertaut dan kembali tertutup... !, mimpi itu dita'wilkannya bahwa pada pertempuran yang akan terjadi esok ruhnya akan naik keharibaan Tuhan dan penciptanya.
Sungguh, benarlah mimpi itu dan benarlah pula ta'birnya ... ! Pintu-pintu langit telah terbuka untuk menyambut ruh 'Abbad bin Bisyir dengan gembira, seorang tokoh yang oleh Allah diberi cahaya.

Selasa, 09 Juni 2020

JADWAL PAT ONLINE SUSULAN KELAS XI (SEBELAS)


JADWAL PAT ONLINE SUSULAN
KELAS XI (SEBELAS)
HARI SABTU TANGGAL 13 JUNI 2020

NO.
MATA PELAJARAN
NAMA SISWA/I SUSULAN
KELAS
WAKTU
LINK SOAL
TOKEN
1
AL QUR'AN HADITS
LUSI RAHMAWATI
XI IPS 1
08.00 - 10.00
AS1234
2
B. SUNDA
DIMAS FADILAH
XI IPS 2
08.00 - 10.00
sunda11
IMAT
XI IPS 2
TEDY RIYAN
XI IPS 2
3
EKONOMI
MAYA AMELIA KHOERUNNISA
XI IPS 1
08.00 - 10.00
newnormal20
TEDY RIYAN
XI IPS 2
10.00 - 12.00
4
FIQIH
MUHAMAD LANA MAULANA
XI IPS 2
08.00 - 10.00
MRD2
5
B. INGGRIS
MUHAMAD RURI
XI IPS 2
08.00 - 10.00
PATBING11
6
SKI
ILHAM MAULANA
XI IPS 2
08.00 - 10.00
ski11PAT
7
MTK
ILHAM MAULANA
XI IPS 2
10.00 - 12.00
cermat11
8
PKN
DIMAS FADILAH
XI IPS 2
10.00 - 12.00
PATPKn11
9
ILMU FIQIH
ANISSA FAJRIYANI
XI IPS 1
08.00 - 10.00
AS1234
10
B. ARAB
ANISSA FAJRIYANI
XI IPS 1
10.00 - 12.00
ABISAUQI
11
HADITS ILMU HADITS
DIMAS FADILAH
XI IPS 2
13.00 - 15.00
ABISAUQI
12
PRAKARYA
SITI NABILLAH SYIFA
XI IPS 1
08.00 - 10.00
prakarya11
13
AQIDAH AKHLAK
ADAM MALIK
XI IPS 1
08.00 - 10.00
AAXI
14
SOSIOLOGI
ANNISA FAJRIYANI
XI IPS 1
13.00 - 15.00
PATSOS11
EVA AMRINA
XI IPS 2
08.00 - 10.00
15
SENI BUDAYA
ANNISA FAJRIYANI
XI IPS 1
15.00 - 17.00
Senibudaya11









Babakan Madang, 12 Juni 2020



Ketua PAT Online        

SUSULAN JADWAL DAN LINK SOAL PAT KELAS X


SUSULAN PAT ONLINE

JADWAL DAN LINK 
KELAS : X ( SEPULUH )

NO

HARI /

WAKTU


MATA PELAJARAN

LINK SOAL

KET

TANGGAL


KELAS X

KELAS X

1

Sabtu

08.00 - 20.00


Al Quran Hadits

Ini Klik


13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Bahasa Indonesia

Ini Klik


2

Sabtu

08.00 - 20.00


Bahasa Sunda

ini Klik


13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Ekonomi

Ini Klik


3

Sabtu

08.00 - 20.00


Fiqih

Ini Klik


13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Penjasorkes


Ini Klik


4

Sabtu

08.00 - 20.00


Bahasa Inggris


Ini Klik


13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Sejarah

Ini Klik

jas

5

Sabtu,

08.00 - 20.00


SKI

Ini Klik

s

13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Matematika

Ini Klik

cermat10

6

Sabtu

08.00 - 20.00


PKn

Ini Klik

PA

13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Ilmu Fiqih

Ini Klik

AS1234

7

Sabtu

08.00 - 20.00


Bahasa Arab

Ini Klik

ABISAUQI

13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Geografi

Ini Klik


8

Sabtu

08.00 - 20.00


Hadits Ilmu Hadits

INI KLIK


13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Sejarah Indonesia

INI KLIK

PAT

9

Sabtu

08.00 - 20.00


Prakarya

INI KLIK

pr

13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Akidah Akhlak

INI KLIK


10

Sabtu

08.00 - 20.00


Sosiologi

INI KLIK

PA

13 Juni 2020

08.00 - 20.00


Seni Budaya

INI KLIK


Panitia :                                                                                                                               

PAT  ONLINE Semester Genap TP. 2019-2020 MA Unwanul Falah Sentul